Arsip Berita
Pengadilan Agama Mentok Gelar Bimbingan Mental dengan Materi Akuntabilitas dalam Perspektif Islam
www.pa-mentok.go.id Kamis, 24 September 2026 – Pengadilan Agama Mentok melaksanakan kegiatan Bimbingan Mental (Bintal) pada pukul 08.00 WIB bertempat di Media Center Pengadilan Agama Mentok. Kegiatan tersebut diikuti oleh aparatur Pengadilan Agama Mentok sebagai bagian dari upaya penguatan mental, integritas, dan nilai-nilai dalam pelaksanaan tugas kedinasan. Kegiatan ini menghadirkan Hary Candra, S.H.I. sebagai pemateri dan Mochamad Lailul Fadlan, S.H. sebagai MC.

Dalam kegiatan tersebut disampaikan materi mengenai “Memahami dan Menerapkan Prinsip Akuntabilitas dalam Bekerja di Pengadilan Agama dari Sudut Pandang Ajaran Islam”. Materi menekankan bahwa pekerjaan di lingkungan Pengadilan Agama tidak hanya merupakan tugas kedinasan, tetapi juga merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab serta dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT.
Pembahasan bintal menguraikan bahwa akuntabilitas mencakup tanggung jawab atas apa yang dikerjakan, bagaimana pekerjaan dilaksanakan, alasan dalam mengambil tindakan, hasil pekerjaan, hingga upaya memperbaiki kesalahan yang terjadi. Dalam perspektif Islam, akuntabilitas tidak hanya berkaitan dengan pertanggungjawaban kepada organisasi dan masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT.
Materi juga mengangkat nilai amanah, keadilan, ihsan, kejujuran (siddiq), muraqabah, dan mas'uliyyah sebagai bagian penting dalam membangun akuntabilitas aparatur. Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan melalui pelaksanaan tugas secara bertanggung jawab, pemberian pelayanan yang objektif dan tidak diskriminatif, ketelitian dalam bekerja, serta konsistensi dalam menaati aturan.
Dalam konteks pelayanan di Pengadilan Agama, para aparatur diingatkan bahwa pencari keadilan memiliki hak untuk memperoleh pelayanan yang baik sesuai ketentuan. Demikian pula data dan dokumen yang dikelola dalam pelaksanaan tugas merupakan amanah yang harus dijaga keamanan dan kerahasiaannya, dicatat dengan benar, serta tidak disalahgunakan.

Melalui kegiatan Bintal ini, diharapkan nilai-nilai keagamaan dapat semakin diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga setiap aparatur mampu bekerja dengan amanah, jujur, adil, profesional, dan bertanggung jawab. Akuntabilitas pada akhirnya tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi juga menjadi bagian dari integritas dan pertanggungjawaban moral setiap aparatur. (pu)
“Jabatan adalah amanah, pekerjaan adalah ibadah, dan setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban.”
Bagikan ini :
